HarianPendidikan.co.id
  • Beranda
  • Headline
  • Pemerintahan
    • Provinsi
    • Daerah
  • Universitas
  • SMA/SMK
  • SMP
  • SD
  • TK/PAUD
  • Kurikulum
  • Profil
  • Teknologi
  • Nasional
No Result
View All Result
HarianPendidikan.co.id
  • Beranda
  • Headline
  • Pemerintahan
    • Provinsi
    • Daerah
  • Universitas
  • SMA/SMK
  • SMP
  • SD
  • TK/PAUD
  • Kurikulum
  • Profil
  • Teknologi
  • Nasional
No Result
View All Result
HarianPendidikan.co.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pemerintahan
  • Headline
  • Pendidikan
  • SMP
  • SD
  • SMA/SMK
  • TK/PAUD
  • Universitas
Home Pemerintahan Daerah

Wakili Gubernur Lampung, Sekdaprov Dukung Pameran Kayu Ara

Rawat Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang

Redaksi by Redaksi
13 September 2026 | 09:45
in Daerah, Ekonomi, Headline, Nasional, Pemerintahan, Pendidikan, Politik, Provinsi, Sosial, Universitas
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pameran Kayu Ara: Arsitektur, Teknologi, dan Budaya Lampung dalam Karya dan Pemikiran Anshori Djausal sebagai ruang untuk merawat pengetahuan sekaligus memperkenalkan kekayaan arsitektur dan budaya Lampung kepada generasi berikutnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pameran yang digelar di Anjungan Lampung dan Contemporary Art Gallery, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, itu bukan sekadar pameran karya seorang tokoh. Menurut Gubernur, Kayu Ara menjadi ruang untuk membaca perjalanan pengetahuan, kreativitas, dan pengabdian seorang putra Lampung selama lebih dari empat dekade.

“Perjalanan tersebut tidak berhenti pada karya yang telah dihasilkan, tetapi terus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, merawat pengetahuan dan memperkenalkan kekayaan arsitektur serta budaya Lampung kepada generasi berikutnya,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan pada pembukaan pameran, Sabtu (12/9).

Menarik Dibaca. . .

Pemprov Lampung Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga

Pemprov Lampung Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga

5 November 2026 | 19:28
Ekonomi Lampung Tunjukkan Kinerja Positif hingga Triwulan III 2026

Ekonomi Lampung Tunjukkan Kinerja Positif hingga Triwulan III 2026

5 November 2026 | 19:23
Sekdaprov Marindo Kukuhkan Tiga Pengurus Korpri Daerah, Perkuat Soliditas Sambut Pornas 2027

Sekdaprov Marindo Kukuhkan Tiga Pengurus Korpri Daerah, Perkuat Soliditas Sambut Pornas 2027

5 November 2026 | 19:10
Gubernur Lampung Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Gubernur Lampung Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

4 November 2026 | 16:27

Pameran Kayu Ara dibuka pada Sabtu (12/9/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Oktober 2026. Pameran yang dikuratori Angga Wijaya itu bertumpu pada tiga tema utama, yakni arsitektur dan masyarakat, teknologi dan lingkungan, serta budaya Lampung.

Ketiga tema tersebut dirangkai melalui foto, arsip, kliping koran, buku, gambar teknik, masterplan, video, hingga berbagai dokumentasi perjalanan Anshori Djausal sebagai insinyur, arsitek, akademisi, dan budayawan. Materi tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai dokumentasi masa lalu, tetapi diolah menjadi pengalaman visual dan percakapan antargenerasi.

Sekda menilai pendekatan tersebut penting karena pengetahuan tidak seharusnya berhenti pada satu generasi. Ia mengapresiasi Angga Wijaya bersama Hafiz Maha, Hartinis Permatasari, Arif Rahman dan seluruh tim kreatif yang sebagian besar merupakan anak muda asal Lampung yang kini berkarya di Jakarta.

“Generasi muda yang terlibat dalam pameran itu tidak sekadar memberikan penghormatan kepada Anshori Djausal. Mereka juga mencoba membaca kembali perjalanan intelektual tokoh tersebut dengan perspektif generasi baru,” imbuh Sekda.

Sekda melanjutkan, Kayu Ara dapat menjadi simbol bagaimana pengetahuan seharusnya tumbuh dan diwariskan. Seperti pohon yang memiliki akar, batang, daun dan buah, pengetahuan tumbuh dari pengalaman masa lalu, dikembangkan pada masa kini, kemudian menjadi bekal bagi generasi berikutnya.

“Kayu Ara menjadi simbol bahwa karya dan pemikiran tidak mengenal batas usia. Yang paling penting bukan hanya seberapa tinggi seseorang tumbuh, tetapi seberapa kuat akar pengetahuan yang ditanam dan seberapa luas martabat yang diberikan bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujar Gubernur melalui sambutannya.

Karena itu, Pemprov Lampung memandang pameran tersebut merupakan bukti bahwa generasi muda Lampung mampu membawa karya dan gagasan daerah ke ruang nasional. Arsitektur, teknologi, lingkungan, budaya dan seni kontemporer dipertemukan dalam satu ruang sehingga identitas Lampung dapat dibicarakan dengan bahasa yang lebih dekat dengan generasi sekarang.

Pelaksana Tugas Direktur Operasional TMII Jaya Chandranegara mengatakan, Contemporary Art Gallery tidak hanya menjadi tempat memajang karya, tetapi juga ruang untuk mempertemukan gagasan, membuka percakapan dan menghadirkan perspektif baru bagi pengunjung.

Sejak diresmikan pada 28 Oktober 2023, Contemporary Art Gallery telah bekerja sama dengan 11 ekshibitor dan menyelenggarakan 14 pameran. Pameran Kayu Ara bersama Rimpang Digital menjadi bagian dari perjalanan galeri tersebut menuju penyelenggaraan pameran ke-15.

Menurut Jaya, kekuatan pameran Kayu Ara terletak pada cara pemikiran Anshori Djausal mempertemukan arsitektur, teknologi, lingkungan dan budaya Lampung dalam satu ruang. Budaya, kata dia, tidak semestinya berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi harus terus bergerak, ditafsirkan kembali dan menemukan relevansinya dalam kehidupan sekarang.

Pemprov Lampung berharap pameran Kayu Ara tidak berhenti sebagai catatan perjalanan seorang tokoh. Pameran ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya gagasan dan karya baru, sekaligus mendorong generasi muda untuk mengenali akar pengetahuan daerah tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan membawa perjalanan lebih dari empat dekade Anshori Djausal ke ruang nasional, pameran Kayu Ara membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat bahwa kemajuan teknologi dan arsitektur dapat berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya. Bagi masyarakat Lampung, warisan pengetahuan tersebut dapat menjadi modal untuk membangun daerah yang modern, tetapi tetap memiliki akar budaya yang kuat.

Diketahui, berbagai arsip, dokumentasi, cetak biru, publikasi, catatan penelitian dan karya Anshori diterjemahkan menjadi instalasi seni kontemporer. Dengan cara itu, arsip tidak lagi sekadar menjadi benda masa lalu, tetapi dihidupkan menjadi pengalaman dan percakapan yang dapat dipahami generasi sekarang.

Jejak perjalanan Anshori sendiri membentang sejak dekade 1970-an, ketika modernisasi dan teknokrasi berkembang pesat. Dalam perjalanan tersebut, ia dikenal menerapkan teknologi tepat guna dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan, salah satunya melalui teknik ferosemen.

Bagi Anshori, teknologi tidak semata-mata berupa benda atau hasil rekayasa. Teknologi harus menjawab kebutuhan manusia, sesuai dengan kondisi tempatnya, sekaligus memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan.

Pemikirannya juga berkembang ketika ia berada di Universitas Lampung. Selain mendorong digitalisasi dan peningkatan kualitas dosen, Anshori turut memikirkan persoalan Lampung dari berbagai sisi, mulai dari infrastruktur, sosial budaya, ekonomi, lingkungan hingga pemberdayaan kampung-kampung tua.

Gagasan tersebut kemudian membuatnya dipercaya menjadi tenaga ahli pada sejumlah pemerintahan di Lampung, mulai dari era Gubernur Yasir Hadibroto, Poedjono Pranyoto, Oemarsono, Sjachroedin Z.P., M. Ridho Ficardo, Arinal Djunaidi hingga Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Salah satu jejak yang mudah dikenali dari pemikiran dan karya Anshori adalah Tugu Siger di depan Pelabuhan Bakauheni. Bangunan tersebut menjadi salah satu wajah Lampung bagi masyarakat yang memasuki provinsi itu melalui jalur penyeberangan dari Pulau Jawa.

Jejak pemikirannya juga disebut hadir dalam ornamen dan ragam hias Lampung pada perkantoran, hotel, fasilitas publik, serta berbagai karya arsitektur. Hal tersebut menunjukkan bagaimana gagasan mengenai kemajuan dan modernitas dapat berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan identitas daerah.(rls/2n)

19
Previous Post

Bupati Nanda Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Desa Sukajaya Lempasing

Next Post

Gubernur Mirza Apresiasi Siger Run 2026, Perkuat Literasi Ekonomi dan Transformasi Digital

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pemprov Lampung Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga
Daerah

Pemprov Lampung Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga

6 jam ago
Ekonomi Lampung Tunjukkan Kinerja Positif hingga Triwulan III 2026
Daerah

Ekonomi Lampung Tunjukkan Kinerja Positif hingga Triwulan III 2026

6 jam ago
Sekdaprov Marindo Kukuhkan Tiga Pengurus Korpri Daerah, Perkuat Soliditas Sambut Pornas 2027
Daerah

Sekdaprov Marindo Kukuhkan Tiga Pengurus Korpri Daerah, Perkuat Soliditas Sambut Pornas 2027

7 jam ago
Gubernur Lampung Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Daerah

Gubernur Lampung Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

1 hari ago
Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam
Daerah

Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam

1 hari ago
Soal Kerukunan Umat Beragama, FKUB Gelar Sosialisasi di  Kecamatan Abung Kunang
Daerah

Soal Kerukunan Umat Beragama, FKUB Gelar Sosialisasi di  Kecamatan Abung Kunang

1 hari ago
Load More
Next Post
Gubernur Mirza Apresiasi Siger Run 2026, Perkuat Literasi Ekonomi dan Transformasi Digital

Gubernur Mirza Apresiasi Siger Run 2026, Perkuat Literasi Ekonomi dan Transformasi Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan

    Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Lampung Siapkan Tiga Langkah Perkuat Investasi, Bidik Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Mirza Dorong Mulangmaya Jadi Desa Wisata Budaya Unggulan di Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekdaprov Marindo Kukuhkan Tiga Pengurus Korpri Daerah, Perkuat Soliditas Sambut Pornas 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wagub Jihan Nurlela Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pasar Kota Krui

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Harianpendidikan.co.id © 2026 Web Development PT.TAB | TabWeb

  • Login
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pemerintahan
    • Provinsi
    • Daerah
  • Headline
  • Pendidikan
  • SMP
  • SD
  • SMA/SMK
  • TK/PAUD
  • Universitas

Hak Cipta Harianpendidikan.co.id © 2026 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In