KOTABUMI –Kondisi sosial masyarakat harus menjadi perhatian bersama, khususnya di Kabupaten Lampung Utara(Lampura). Khusus untuk keberadaan anak putus sekolah pasca penggusuran yang terjadi di eks pasar dekon Kotabuni. Ini menjadi atensi khusus para tokoh masyarakat tersebut.
Frans Andaly, tokoh masyarajat Lampung Utara meminta pemerintah daerah kabupaten setempat dapat mendata, anak anak putus sekolah pasca revitalisasi pasar dekon Kotabumi. Hal Ini diungkapkannya saat beraudiensi dengan Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, di ruang rapat Bupati, Rabu (16/9).
Dalam audiensi itu tampak hadir Pembina DPD Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Farouk Danial, Ketua MPC Pemuda Pancasila, Awari Darwin, bersama sekretarisnya Ansori Dekari, dan Ketua Pospera Lampura tersebut, Juani Adami,. Kehadiran para pimpinan ormas dan LSM ini diterima Bupati Hamartoni Ahadis dengan didampingi Kapolres Lampura, AKBP Raswidiati Anggraini. Tampak juga dalam kesempatan itu Wakil Bupati Romli, Sekdakab Intji Indriati, Kasat Intelkam Polres Lampung Utara, AKP Joko Purnomo.
Frans Andaly mengatakan, diharapkan dengan adanya pendataan atau inventarisasi kepada sejumlah anak putus sekolah tersebut, Anak-anak daripada pedagang dapat kembali bersekolah seperti biasa.
“Pemkab Lampura diharapkan hadir di tengah kondisi para pedagang yang sedang kesulitan,” ujarnya usai pertemuan tersebut.
Frans mengatakan, pemkab Lampura melalui OPD terkait dapat turun langsung untuk mengecek satu persatu pedagang untuk di data terkait persoalan ekonomi yang mereka alami.
“Alhamdulillah dari audensi dan pertemuan yang di fasilitasi Polres Lampura itu, Bupati menyambut baik sejumlah saran dan masukan. Bupati mengajak seluruh elemen dapat bersama mendukung program pembangunan di Lampung Utara,” ungkapnya.
Dalam pertemuan juga bupati akan memerintahkan OPD terkait segera mungkin mencarikan solusi terkait sejumlah saran dan masukan yang disampaikan.
“Bupati Hamartoni sangat merespon positif demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kabupaten Lampung Utara,” pungkasnya. (Dra/2n)












